Wanita Korban Penjambretan di Pekanbaru Tewas, Pelaku Ditembak

Better experience in portrait mode.
regional

Polisi menangkap TS (43), pelaku penjambretan di Pekanbaru. Dia diburu setelah aksinya menyebabkan seorang wanita, Siswati (61) meninggal dunia.

© 2024 merdeka.com

TS ditangkap tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau bersama Satreskrim Polresta Pekanbaru, Jumat (29/12) sekitar pukul 04.00 WIB. Dia disergap di sekitaran Jalan Nelayan, Kota Pekanbaru.

Dalam penangkapan itu polisi menembak kedua kakinya. “Tersangka TS merupakan residivis kasus penganiayaan dan pencurian kendaraan bermotor,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Heri Murwono didampingi Direktur Reskrimum Kombes Asep Dermawan, dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Beri Juana Putra, di Mapolda Riau, Rabu (3/1).

Heri menjelaskan, penjambret itu terjadi pada Rabu (27/12). Ketika itu, korban Siswati berboncengan sepeda motor yang dikendarai Lia (25). Mereka disusul TS yang berboncengan dengan temannya.

Sepeda motor korban dipepet, TS langsung menarik tas sandang yang dipegang korban Siswati dan membawanya kabur. Melihat kejadian itu, korban berteriak maling sambil Liamengencangkan laju kendaraannya untuk mengejar pelaku.

“Namun korban L terjatuh dari sepeda motor. Kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Arifin Ahmad. Namun nyawa korban S tidak tertolong sedangkan korban L mengalami kritis,” jelas Heri.

Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Limapuluh. Tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru langsung melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan TS, kemudian menangkapnya.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Asep Dermawan menambahkan, pengakuan TS aksi jambret tersebut dilakukannya bersama K.

“Saat ini, kita masih memburu K, mudah-mudahan tidak lama lagi dapat ditangkap,” kata perwira jebolan Akpol 1998 itu.

Asep menyebut, pihaknya telah menemui keluarga K agar segera menyerahkan anaknya ke kepolisian.

“Kita minta segera menyerahkan diri, jika tidak menyerahkan diri kami akan kejar, kami akan tangkap dan buru di mana pun berada,” tegas Asep.

Asep menyebut, pelaku menyasar perempuan karena dianggap lemah. Dalam kasus ini TS dijerat dengan Pasal 365 KUHP. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

“Korbannya rata-rata ibu-ibu karena dianggap lemah. Kami kembali mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati ketika berkendaraan di jalan raya,” tutur Asep.

Rekomendasi

pembunuhan

Tampang Kakak-Adik Pembunuh Pasutri di Ruko Kebayoran Lama

Kedua tersangka diduga sudah lama merencanakan aksinya.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Orang hilang

Mahasiswa IPB Galang Edhi Swasono Hilang saat Penelitian di Pulau Sempu Malang

Korban dilaporkan hilang pada Rabu (27/12) pukul 11.30 WIB.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Kecelakaan

Pemotor Wanita Tabrak Bensin Eceran hingga Timbulkan Kebakaran, 1 Tewas

Gatot menyebut, kebakaran turut menelan korban jiwa. Seorang ibu rumah tangga SH (54) ditemukan meninggal dunia lokasi.

Baca Selengkapnya

Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasivideo untuk kamu.
SWIPE UP

Untuk melanjutkan membaca.

Rekomendasi

Trending

Sosok Polwan Non Akpol Pangkat Bintang Dua, Kini Punya Jabatan Mentereng

Berikut sosok polisi wanita (Polwan) bukan jebolan Akademi Kepolisian yang kini berpangkat Jenderal Bintang 2 Polri.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

pembunuhan

4 Sekeluarga Tewas Diduga Dirampok di Musi Banyuasin, Rumah Korban Jauh dari Permukiman

Korban HR merupakan pedagang ponsel keliling. Dia tinggal bersama tiga korban lain, yakni ibunya dan dua anaknya sejak bercerai dengan istrinya dua tahun lalu.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Sekeluarga Tewas

Fakta Baru Sekeluarga Tewas di Musi Banyuasin, 2 Anak Korban Ditemukan di Semak-Semak & Jamban

Melihat kondisi korban, diyakini keempatnya sudah tewas lebih dari tiga hari.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Terorisme

Penangkapan Terduga Teroris Dinilai Beri Rasa Aman Bagi Masyarakat

Penangkapan di beberapa tampat baru-baru ini semakin menguatkan rasa aman bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya

   

Updated: Januari 3, 2024 — 2:44 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *