Polisi Jelaskan Duduk Perkara Keributan Sopir vs Pengamen di Bogor

Jakarta

Polisi sempat mengamankan sopir dan pengamen yang terlibat keributan di jalanan Kota Bogor, hingga viral di media sosial untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan terungkap fakta baru, keributan ternyata dipicu ucapan ‘Sok Cantik’ dari pengamen kepada istri sopir bus atau wanita berjilbab dalam video viral.

“Polresta Bogor Kota gerak cepat mengamankan terduga pelaku yang viral di medsos. Tidak menunggu lama, pelaku yang memukuli supir bus diringkus oleh Polresta Bogor Kota,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot dalam keterangan tertulis, Selasa (2/1/2024) malam.

Luthfi menyebutkan, sopir bus yang alami pengeroyokan berinisial WS, sedangkan dua pengamen yang melakukan pengeroyokan berinisial D dan AP. Kedua pelaku naik bus untuk mengamen di Tugu Kujang Kota Bogor.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Awal mula kejadian ketika dua orang pengamen D dan AP disebut pihak kedua, naik bus pusaka dari Tugu Kujang untuk mengamen dan membagikan amplop kepada penumpang, salah satunya kepada istri sopir yang berada di samping sopir, yang anggapan dari pengamen merupakan penumpang, bukan istri dari sopir,” kata Luthfi dalam keterangan tertulis.

Ketika hendak mengambil kembali amplop yang diharapkan telah diisi uang, pengamen tiba-tiba menyebut istri sopir dengan sebutan ‘sok cantik’. Ucapan itu langsung membuat sopir tersinggung hingga berujung cekcok mulut.

“Pada saat mengambil amplop kepada istri sopir yang disimpan di atas dasbord mobil, pengamen mengatakan “SOK CANTIK”. Kemudian sopir menegur pengamen dan terjadi cekcok mulut antara sopir dengan pengamen, kemudian para pengamen turun (dari bus),” kata Luthfi dalam keterangan tertulis.

“Ketika sopir hendak menyalakan mobil, para pengamen kembali menaiki mobil bus dan langsung melakukan pemukulan terhadap sopir bus menggunakan gitar dan kendang (jimbe,red) yang dibawa pengamen,” sambungnya.

Mendapat pukulan, sopir turun dari bus dan melukai pengamen menggunakan obeng. Akan tetapi kedua pengamen melakukan perlawanan dan mengeroyok sopir bus.

“Kemudian sopir turun dari mobil berusaha membela diri dengan cara melukai pengamen atas nama Darma dan di saat itu kembali terjadi pengeroyokan dan pemukulan. Kemudian dilerai oleh istri dan warga sekitar,” terang Luthfi.

“Akibat kejadian tersebut sopir bus mengalami luka sobek di bagian kepala bagian atas depan sebelah kanan dan luka di kepala sebelah kiri atas,” tambahnya.

Luthfi mengatakan, keributan tersebut telah selesai secara kekeluargaan. Pihak sopir dan pengamen bersepakat berdamai.

“Selanjutnya saat ini kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai, setelah para pelaku berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polresta Bogor Kota,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polisi mengatakan tidak ada laporan yang masuk usai pengeroyokan sopir bus oleh dua pengamen di Jalan Otista, Kota Bogor. Polisi mengatakan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“(Korban) tidak buat laporan. Sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Surya dikonfirmasi detikcom, Selasa (2/1/1024).

Surya menyebut pihaknya sudah sempat bertemu dengan sopir dan salah satu pengamen yang terlibat keributan. Menurutnya, sementara pihak terlibat keributan tidak mau memperpanjang masalah ke jalur hukum.

“Sudah (ketemu), pihak sopir dan pihak pengamen di rumahnya di Babakan Pasar,” kata Surya.

(sol/dwia)   

Updated: Januari 2, 2024 — 7:39 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *