Mantan Menteri Terkesan dengan Restoran Madura di London, Cita Rasa Nasi Bebeknya Bikin Ketagihan

Suara.com – Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin punya pengalaman menarik soal kuliner Indonesia saat mengunjungi anaknya yang sedang studi di London, Inggris.

Andzal Rizky Putra, sang putra, mengajak orang tuanya makan di sebuah restoran Indonesia langganannya, Kamis (10/1/2024). Restoran itu terletak di utara kota London.

Andzal menyebutnya restoran bebek Madura. Menurutnya, ia dan teman-temannya sudah beberapa kali makan di sana dan rasanya enak.

“Nah, akhirnya kami naik kereta dan jalan tiga menit menuju restoran yang dimaksud. Ternyata anak saya benar, kami menikmati nasi bebek dan ikan bakar yang rasanya memang benar-benar nendang di lidah,” ujar lelaki yang kini menjabat sebagai Managing Director Sinarmas tersebut.

Saleh Husin makan di restoran Madura di London. (dok. Saleh Husin)

Saleh pun menyempatkan diri untuk bertemu dengan pengelola restoran yang dinamakan Madura Kitchen tersebut. Ternyata, restoran itu dikelola oleh empat orang Indonesia, yaitu Tafa, Andi, Rubert, dan satu lagi Saleh mengaku lupa namanya.

Di sela obrolan santai dan kekeluargaan itu, mantan menteri Kabinet Kerja tahun 2014 hingga 2016 itu mendapat cerita bahwa sebelum membuka restoran Madura tersebut, keempatnya pernah bekerja di restoran yang berbeda-beda selama berada di perantauan.

Setelah punya modal, mereka berempat kemudian memutuskan untuk patungan membuka restoran sendiri. Dipilihlah restoran Indonesia yang menyajikan kuliner Madura, dan restorannya diberi nama Madura Kitchen.

Restoran Madura di London. (dok. Saleh Husin)

“Buat saya, yang paling utama adalah secara tidak langsung mereka ini telah menjadi ujung tombak ikut mempromosikan Indonesia di Kota London,” kata Saleh mengenai keempat orang yang disebutnya sebagai pejuang devisa itu.

Melihat secara langsung hal ini, pria 60 tahun itu pun memandang perlunya pemerintah ikut membantu memfasilitasi dan mendorong agar restoran Indonesia lainnya bisa hadir di berbagai negara.

Tak harus kuliner Madura, karena itu bisa disesuaikan dengan selera pemiliknya, namun tanpa meninggalkan ke-Indonesiaannya.

Ia pun membandingkan dengan negara-negara seperti Thailand , Jepang, dan Korea, di mana restorannya bisa dengan mudah ditemui di banyak negara.

Saleh pun menyatakan apresiasinya kepada empat orang pendiri Madura Kitchen yang menurutnya telah berkontribusi mempromosikan kuliner Indonesia di luar negeri.

“Selamat buat putra putra Indonesia pejuang devisa yang telah ikut bahu membahu mempromosikan cita rasa Indonesia di luar negeri,” ujar ayah dari tiga anak tersebut.

   

Updated: Januari 12, 2024 — 6:57 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *