11 Makanan yang Bisa Berdampak Buruk dan Harus Dihindari Penderita GERD

Better experience in portrait mode.
penyakit gerd

Masalah asam lambung atau GERD merupakan kondisi tidak menyenangkan yang bisa dialami oleh seseorang. Sejumlah makanan dan minuman bisa memperburuk kondisi ini.

© 2023 merdeka.com

Pola makan yang tepat menjadi kunci untuk mengurangi gejala yang dirasakan. Gejala GERD atau asam lambung meliputi batuk kering yang persisten, kesulitan menelan, napas tidak sedap, rasa asam di mulut, dan bersendawa berlebihan.

GERD adalah bentuk kronis yang lebih parah dari asam lambung. Hal ini terjadi ketika bagian otot di bagian bawah esofagus, yang seharusnya menutup untuk mencegah naiknya makanan dan asam dari perut ke tenggorokan, tidak berfungsi optimal. Ketidaksempurnaan ini menyebabkan terjadinya sensasi terbakar akibat terpaparnya esofagus dengan asam secara berulang.

Dilansir dari Livestrong, salah satu pengobatan kunci berfokus pada diet dan perubahan gaya hidup, kata David M. Poppers, MD, PhD, gastroenterologis bersertifikat di NYU Langone Health di New York. Meskipun ada berbagai obat antasida yang tersedia untuk mengatasi gejalanya, penyesuaian pola makan dan gaya hidup menjadi kunci utama dalam penanganannya.

Berikut sejumlah makanan dan minuman yang harus dihindari oleh penderita GERD:

Gorengan dan Makanan Cepat Saji

Makanan seperti kentang goreng, ayam goreng, donat, dan makanan instan yang berminyak dan digoreng dapat memperburuk gejala GERD.

Sebuah studi pada Oktober 2014 di Przegląd Gastroenterologiczny menemukan hubungan antara keparahan gejala GERD dan konsumsi makanan berminyak. Penelitian ini mengindikasikan bahwa menghindari makanan goreng dapat membantu mengurangi gejala GERD.

Daging Berlemak

Daging berlemak seperti bacon dan sosis dapat menjadi pemicu gejala GERD karena kandungan lemak jenuhnya dapat mengganggu penutupan sfingter esofagus dan memperlambat proses pencernaan.

© 2023 merdeka.com

Makanan Pedas

Makanan pedas seperti bubuk cabai dan merica dapat menyebabkan iritasi pada mukosa esofagus, meniru gejala GERD. Menurut laporan di Journal of Thoracic Disease pada Agustus 2019, konsumsi makanan pedas dapat memicu ketidaknyamanan yang signifikan pada penderita GERD.

© 2023 merdeka.com

Tomat

Tomat segar dan produk berbasis tomat seperti saus dan jus dapat menyebabkan refluks asam karena sifat asam pada buah tomat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara konsumsi tomat dan peningkatan gejala GERD.

Jeruk

Jeruk, jeruk manis, lemon, dan jeruk nipis, yang memiliki sifat asam, dapat memicu refluks asam. Johns Hopkins Medicine menyarankan untuk menghindari buah-buahan asam ini untuk mengurangi ketidaknyamanan dari GERD.

© 2023 merdeka.com

Bawang

Sayuran seperti bawang, bawang putih, dan bawang prei yang tinggi FODMAPs dapat meningkatkan gejala GERD, meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Penelitian di Primary Care pada Juni 2018 menemukan keterkaitan antara konsumsi alliums dan peningkatan gejala GERD.

© 2023 merdeka.com

Cokelat

Cokelat, terutama yang mengandung kafein, dapat memicu refluks dan mengekspos esofagus pada asam yang mengganggu.

Sebuah penelitian dalam Current Medicinal Chemistry menyoroti bahwa cokelat termasuk dalam makanan yang sebaiknya dihindari untuk penderita GERD.

Peppermint

Produk peppermint seperti teh mungkin terasa menenangkan, tetapi mint sebenarnya dapat memicu refluks asam. Johns Hopkins Medicine mencatat bahwa mint dapat membuat sfingter esofagus rileks, memungkinkan asam untuk mengalir mundur.

© 2023 merdeka.com

Kafein

Kafein, yang ditemukan dalam kopi dan teh berkafein, adalah iritan yang dapat memicu gejala GERD. Meskipun sulit untuk memotong kafein sepenuhnya, membatasi konsumsi kafein dapat membantu mengelola gejala GERD.

© 2023 merdeka.com

Minuman Berkarbonasi

Minuman berkarbonasi, terutama yang mengandung kafein dan memiliki tingkat keasaman tinggi, dapat meningkatkan risiko refluks. Studi menunjukkan bahwa gas yang dikeluarkan dari minuman berkarbonasi dapat meningkatkan tekanan lambung.

Alkohol

Alkohol dapat merusak sfingter esofagus, meningkatkan produksi asam, dan mengganggu pengosongan lambung. Studi pada Agustus 2014 di BMC Gastroenterology menunjukkan bahwa alkohol dapat menjadi pemicu utama gejala GERD. Menghindari atau membatasi konsumsi alkohol dapat membantu mengurangi gejala GERD.

© 2023 merdeka.com

Sejumlah makanan dan minuman ini harus dihindari sepenuhnya bagi penderita GERD.

Rekomendasi

news update

5 Makanan-Minuman yang Berisiko Meningkatkan Tekanan Darah

Makanan dan minuman yang bisa memicu naiknya tekanan darah atau hipertensi.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Tidak Enak Badan

Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Tidak Enak Badan, Bantu Redakan Kondisi Tubuh

Makanan tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga dapat memberikan nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh saat kondisinya sedang menurun.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Konten Menarik

10 Ide Kado Hari Ibu Selain Makanan, Ungkapan Kasih Sayang Bikin Terkesan

Hari Ibu merupakan momen istimewa yang ditujukan untuk menghargai peran luar biasa seorang ibu dalam kehidupan kita.

Baca Selengkapnya

Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasivideo untuk kamu.
SWIPE UP

Untuk melanjutkan membaca.

Rekomendasi

Durian

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Durian

Beberapa makanan dan minuman yang berbahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan buah durian.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Kebugaran

9 Cara Mudah Hindari Makan Berlebih Setelah Berolahraga Berat

Setelah olahraga berat, tubuh kita akan terasa lelah dan energi terasa habis sehingga kita kerap makan berlebih.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Kesehatan

Ini yang Terjadi Jika Manusia Tidak Makan dan Minum, Berapa Lama Bisa Bertahan?

Tubuh manusia bisa bertahan tanpa makan atau minum dalam jangka waktu tertentu.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Minuman Sehat

Rekomendasi Minuman yang Aman Buat Penderita Asam Lambung, Langsung Adem!

Beberapa minuman ini aman buat dinikmati para penderita asam lambung. Apa saja itu?

Baca Selengkapnya

   

Updated: Januari 1, 2024 — 11:00 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *